Gaya Hidup Gaya HidupTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
lifestyle

Gaya Hidup Terbaru yang Lebih Rapi, Sederhana, dan Realistis

Mencoba gaya hidup terbaru dari rutinitas perawatan diri, outfit kerja, hingga kebiasaan belanja yang lebih hemat dan realistis.

29 Jun 2026 · 3 menit baca · oleh Rina Salim Halim
Gaya Hidup Terbaru yang Lebih Rapi, Sederhana, dan Realistis

Beberapa bulan terakhir, saya mulai memperhatikan perubahan kecil dalam cara menjalani hari di Sitoli. Gaya hidup terbaru tidak lagi terasa seperti perlombaan membeli barang baru atau mengikuti semua tren di media sosial. Arahnya lebih sederhana: tampil rapi, merawat diri dengan konsisten, dan memilih kebiasaan yang cocok dengan rutinitas sehari-hari. Setelah menulis tentang gaya hidup sejak 2018, saya makin percaya bahwa perubahan yang bertahan lama biasanya dimulai dari hal kecil.

Perempuan mengenakan outfit kerja sederhana dan rapi

Memilih pakaian yang mudah dipadukan

Tren fesyen Indonesia kini terasa lebih fleksibel. Pakaian dengan potongan sederhana, warna netral, dan bahan yang nyaman lebih sering saya pakai daripada busana yang hanya menarik untuk satu kesempatan. Kemeja longgar, celana berpotongan lurus, rok midi, dan sepatu datar menjadi pilihan praktis untuk bekerja maupun bepergian.

Saya juga tidak lagi gampang tergoda membeli pakaian hanya karena sedang ramai dibicarakan. Sebelum checkout, saya biasanya membayangkan sedikitnya tiga kombinasi dengan pakaian yang sudah ada di lemari. Kalau sebuah atasan hanya cocok dengan satu bawahan, kemungkinan besar pakaian itu akan lebih sering tersimpan daripada dipakai.

Aksesori bisa membantu penampilan terasa lebih hidup. Anting kecil, jam tangan, atau tas dengan bentuk tegas memberi kesan teratur tanpa terlihat berlebihan. Cara ini lumayan membantu menghemat pengeluaran, terutama saat ingin tampil berbeda untuk kegiatan kerja.

Perawatan diri yang tidak menyita waktu

Rutinitas perawatan diri juga bergerak ke arah yang lebih ringkas. Saya pernah mencoba beberapa tahapan perawatan kulit sekaligus, tetapi hasilnya tidak selalu lebih baik. Kulit malah lebih mudah kering atau terasa tidak nyaman. Sekarang, saya fokus pada pembersihan wajah, pelembap, dan pelindung dari sinar matahari pada pagi hari.

Pada malam hari, penggunaan produk saya sesuaikan dengan kondisi kulit. Saat kulit terasa sensitif, saya mengurangi produk tambahan dan kembali ke rutinitas paling dasar. Menurut saya, konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah produk yang dimiliki. Informasi soal kebiasaan perawatan kulit dan kesehatan bisa dibandingkan melalui Tempo Gaya.

Perawatan rambut pun saya buat sesdikit mungkin. Saya mencuci rambut sesuai kebutuhan, menggunakan kondisioner dari bagian tengah hingga ujung, lalu mengurangi pemakaian alat panas. Rambut memang tidak selalu terlihat seperti hasil penataan di salon, tetapi kondisinya terasa lebih mudah diatur dari hari ke hari.

Meja kecil dengan produk perawatan diri yang tertata sederhana

Belanja dengan pertimbangan yang lebih tenang

Gaya hidup terbaru juga berkaitan dengan cara berbelanja. Saya mulai memberi jeda sebelum membeli barang yang tidak termasuk kebutuhan utama. Menunggu satu atau dua hari sering membuat saya sadar bahwa keinginan itu muncul karena melihat promosi, bukan karena benar-benar membutuhkan barangnya.

Saya kini lebih memperhatikan daya guna. Satu tas yang kuat dan mudah dipadukan terasa lebih bermanfaat daripada beberapa tas yang hanya cocok dengan pakaian tertentu. Begitu juga dengan produk kecantikan. Saya berusaha menghabiskan produk yang sudah ada sebelum mencoba pilihan baru, kecuali produk tersebut tidak cocok atau menimbulkan reaksi pada kulit.

Bagi saya, hidup lebih rapi bukan berarti memiliki lebih banyak barang. Justru, semakin jelas kebutuhan sehari-hari, semakin mudah menentukan apa yang layak dibawa pulang. Dari Sitoli, kebiasaan ini terasa simpel, tetapi dampaknya cukup nyata pada isi lemari, pengeluaran, dan waktu bersiap setiap pagi.

Pakaian yang mudah dipakai, perawatan diri yang konsisten, dan kebiasaan belanja yang lebih sadar sudah cukup membuat keseharian terasa ringan. Saya memilih perubahan kecil yang bisa dijalankan terus, bukan tren yang hanya menarik selama beberapa minggu. Kalau mulai terasa berat, saya biasanya istirahat sebntar lalu ngembaliin rutinitas ke hal-hal dasar.

Tag: #gaya hidup #tren fesyen #perawatan diri